Contoh Naskah Drama
Nah kawan-kawan, kali ini saya akan memberi kalian satu contoh naskah drama. naskah drama ini terinspirasi oleh cerita Putri Salju. semoga bermanfaat bagi kalian :)
Di sebuah negeri yang dipimpin raja
nan arif bijaksana tinggalah sebuah keluarga nan harmonis. Keluarga itu
dikaruniai anak perempuan nan cantik jelita bernama Jassie. Keluarga itu hidup
sangat bahagia, akan tetapi kebahagiaan itu sirna setelah ibunya sakit keras
dan akhirnya meninggal dunia pada saat Jassie berumur 15 tahun, dan ayahnya
menikah lagi dengan seorang janda beranak 2 yang lalim dan serakah.
Beginilah awal ceritanya....
Ibu : (masuk sambil membawa tas berisi
bunga)
Jassie : “Ibu. . Ibu pasti capek ya? Sini
aku bawakan tasnya. Sebentar aku ambilkan minum.”
Ibu : “terimakasih nduk..”
Jassie pergi ke dapur untuk
mengambil minum. . .
Jassie : “pesanan datang. .silahkan di
minum”
Ibu : (tersenyum dan meminum air itu)
Dan esok harinya mendadak ibunya sakit
keras dan mendadak ibunya sakit keras yang sudah sangat parah. Pada detik-detik
terakhirnya beliau berpesan kepada suami dan anaknya...
Ibu : “ Ayah , tolong jaga anak kita
baik-bai ya, ibu ingi pergi dan beristirahat.”
Ayah : “ ibu, jangan berbicara seperti
itu, kau pasti akan bertahan!”
Jassie : “ ya ibu,, jangan kau tinggalkan
aku pula buu...”
Ibu : “ tapi ibu sudah lelah nak, ibu
ingin beristirahat, selamat tinggal. . .
akhirnya ibunya pun meninggal dunia,
suasana haru menyelimuti keluarga kecil itu
ayah&jassie : “ ibuuu...!!!!”
setelah 2 tahun sejak kematian ibu
Jassie, ayahnyapun memutuskan untuk menikah lagi. Tetapi ibu tiri Jassie dan 2
saudara jassie sangatkah kejam. Pada waktu itu ayahnya akan pergi untuk berdagang.
Ayah : “nak, ayah hari ini akan pergi,
jagalah dirimu baik-baik dirumah. Ibu, aku titip anakku, Jassie ya..”
Ibu tir i: “iya ayah..”
Ayah : “ ohh ya.. kamu minta oleh-oleh
apa jassie?”
Jassie : “ aku tidak minta apapun ayah, aku
hanya ingin ayah pulang dengan selamat,”
Ayah : “ ohh ya,, tentu sayang. Kalau
kamu apa yang kau inginkan rista,
ninda..”
Riata :
“ aku ingin kalung berlian dan cincin berlian yang sedang trend yah, yang
buagus bgt itu yahh..”
Ninda :
“ehh.. kalau aku ingin gaun yang seperti yang dipakai istrinya pangeran inggris
itu lohh.. siapa lah itu namanya??”
Rista : “ kate midelton”
Ninda :
“ nah ya itulah, itu yang aku mau yahh.”
Rista : “ wuuw,, Ndeso!”
Ninda :
“ ya biarlah, huu..”
Ayah : “
sudah,, sudah tidak usah bertengkar, besok yang kalian minta akan ayah
belikan
Rista&ninda : “benaar yaa yah..” (wajah penuh harap)
Ayah : “ iya nak,,”
Rista&ninda : “ihirr..” (tos bersamaan)
Ayah : “ ya sudah, ayah berangkat dulu
ya,, dadah semua.. jaga diri kalian baik-baik ya..” (sambil ambaikan tangan)
Jessie :
“ hati-hati ayah..”
Ayah :
“pasti nak..”
Dan sejak kepergian ayah jassie
untuk berdagang, kelaliman di rumah itu pun di mulai.
Ibu tiri : “ heh! Ayo masuk, cepat kerjakan semua pekerjaan rumah
disini.!”
Jassie :
“ hlo..? kan sudah ada pembantu mak?”
Ibu tiri : “ hah? Pembantu? Enak banget kamu bilang ya? Semua
pembantu di rumah ini sudah aku pecat dan sekarang kamu yang menggantikannya!”
Jassie :
“ haahhh!??”
Ibu tiri : “ ehh,, malah bengong aja, ayo cepet kerja sekarang”
Jassie :
“iye bu..”
Keesokan harinya, ketika jassie ada di
pinggir jalan menunu pasar ketika ia sedang melihat sekuntum bunga mawar yang
begitu cantiknya. . .
Jassie :
“ mawar yang indah.. namun, malang nasibmu tumbuh sendiri disini.”
Parto :
“ awass neengg...!!?”
Pangeraan : (menarik jassie dari
belakang untuk menghindari parto)
Jassie :
“ terimakasih sudah menyelamatkan ku.” (langsung pergi saja)
Pangeran : “ hey! Tunggu.! Boleh ku tahu namamu?”
Jassie :
“ namaku jassie,, permisi ..”
Tak
disangka, jepit rambut milik jassie tersangkut di tangan pangeran. Tak disangka
pula dua saudara tiri jassie melihat kejadian itu, dan sesampainya di rumah. .
.
Rista :
“ heh! Kamu tadi ngapain sama pangeran? Dia itu inceranku dari dulu ya! Jangan
macem-macem kamu!
Ninda :
“tuh dengerin kakakku! Kamu tu pantesnya sama pembantu aja!”
Rista&Ninda : “ hahaha....!!” (tertawa mengejek
pastinya)
Jassie :
“saya itu beneran nggak ngapa-ngapain kak, bener deh! Suweerr dehh”
Rista :
“alahh. . dasar tukang boong! Awas aja kamu kalau sampai berani deketin
pangeran !”
Jassie :
“iyaaa. . .”
Keesokan harinya terdengar berita bahwa
ayahnya jassie meninggal dunia karena di rampok di engah perjalanan dan dibunuh
Ibu Tiri :” hahaha..... ayahmu kini sudah meninggal dunia, sekarang..
semua harta kekayaan ayahmu itu sudah menjadi milikku. Dan semua yang ada di
rumah ini aku yang mengatur! Ngerti kamu!!??
Jassie :”
ibu kok tega sekali..??”
Ibu tiri :” jadi, penting buat ibu?? Sudahlah, sekarang kamu nyuci
baju ini, besok mau ibu pakai pergi belanja di Paris. Hahaha...” (sambil
meninggalkan jassie)
Jassie :”
ya Tuhan.. berilah aku kesabaran.. (lalu pergi keluar)
Ketika di jalan menuju
sungai, karena jauh dan kelelahan ia istirahat sebentar di sebuah bangku di taman kecil sambil sambil menangis
meratapi nasib. . .
Jassie :”
huhuhuu. . .” L
(menangis sambil memegang foto ayahnya yang diam-diam di selipkan di paaian
kotor)
Pangeran :” hey! Kaukah putri cantik yang kemarin bertemu denganku?”
Jassie :
(menengok sambil sedikit kaget) “ehh. . hay.. iya. .”
Pangeran :” bolehkan aku duduk disampingmu?”
Jassie :”
tentu, silahkan. .”
Pangeran :” terima kasih, tapi mengapa kau menangis?”
Jassie :”ayahku...
baru saja pergi intuk meninggalkanku selamanya”
Pangeran :”apa? Ayahmu meninggal?”
Jassie :”iyaa.
. .”
Pangeran :”sabar ya.. kalau boleh. . aku menjadi sahabatmu?”
Jassie :”tentu
saja!” (sambil tersenyum bahagia)
Pangeran : (pangeran memegang
tangan jassie) -> lagu:Aku JatuhCinta,Rollete J
Di
tempat lain yang tersembunyi Rista dan Ninda. . .
Ninda :”haahh...!!
tu kan kak, dia itu memang pembohong yaa.huhh,, malah mesra-mesraan sama
pangeran!!” (dengan nada memanas-manasi kakaknya)
Rista :”
kurang ajar anak itu!, berani-beraninya deketin gebetanku.. huuuhh!!...” (nada
yag sangat marah)
Jassie :”
maaf, saya harus kesungai untuk mencuci baju, sampai jumpa!”
Pangeran :”ya silahkan, hati-hati ya. .”
Jassie :
(hanya tersenyum sambil berlalu)
Dan ketika sudah selesai
mencuci baju jassie pun pulang, tak disangka olehnya ternyata baju milik ibunya
tertinggal di sungai. . .
Ibu tiri :” jassiee....!!! baju mami sudah di cuci kan?! Besok mau
mami pakai buat shopping ke Paris, karena, ya biasalah orag kaya gitu..
Jasie :”baju
mii?? Emmb.. haduh.. mana ya bajunya?” (berguman panik sambil terus mencoba
mencari) “neh.. mending mami pakai bajuku yang baru itu aja, malah lebih bagus
hlo mii. . gimana? Mau ya??”
Ibu tiri :”nggak mau!! Pokoknya mami mau pakai baju yang itu!!
Emangnya kenapa sich?”
Jassie :”
halah mii.. pakai bajuku dulu aja ya?? Bagus deh, beneran!”
Ibu tiri :” nggak mauUU!!.. emangnya kenapa tah??”
Jassie :”hehe..
tertinggal di pinggir sungai mii..”
Ibu tiri :”apaa..!!! pokonya cari bajunya sampai ketemu!, waaupun
harus sampai ujung sungai sekalipun!!”
Jassie :”haa..”(bengog)
Ibu tiri :”ayo cepat!! Cari sekarag!”
Jassie :”
ii..yy.aa.. mii..” (dengan nada terbata-bata)
Rista :”
jaasiee!!.. jassiee...”
Jassie :”iya
kak? Ada apa?”
Rista :”
ada apa.. adaapa.. sini kamu sekarang!! Kemarin ngapain kamu duduk berdua di
taman sama pangeranku? Atau jangan-jangan kamu jadian ya sama dia? Ayo ngaku!!:
Jassie :”nggak
kak! Saya nggak jadian sama dia. Kemarin tuh saya lagi istirahat disana. Ee,,
tiba-tiba pangeran datang gitu aja”
Rista :”alahh..
alesan aja kamu!!”
Ibu tiri :”ehh, ehh,,, aada apa ini? Kenapa marah-marah Rista? Apa
apa ta?”
Rista :”ini
mi,, si jassie! Masak kemarin dia berduaan and mesra-mesraan sama pangeran!
Gebetanku selama ini mii..!!”
Jassie :
“ eeengg...”
Ibu tiri : “Ooh... kurang ajar kamu ya ,berani-beraninya deketin
pangeran ! awas kamu kalau deketi dia lagi!!
Ninda :
“ tuh dengerin mamiku ! Jangan deketin gebetan kakakku lagi !”
Jassie :
“ iyaaa...”
Ibu tiri : “Yaudah sana
pergi,ngapain kamu masih di sini !?”
Ketika
jassie sedang mencari baju ibunya yang teringgal,di rumahnya ibu dan saudara
tiri jassie merencanakan sesuatu yang licik dan kejam.
Rista :
“ Ibu,aku gak mau ya si jessie merebut pangeran yang ganteng bin super kaya itu
dariku,aku sama sekali gak rela !”
Ibu tiri : “Ya nak , ibu juga tau, lagian dia juga bakal jadi ahli
waris ayahnya itu dan ibu juga tidak mau itu.”
Ninda :”Ahai...ide
bagus ibu ! tapi bagaimana caranya agar dia tidak curiga dengan kita?”
Ibu tiri :“ iya ya ,
bagaimana caranya !”
Ninda :”Mending
gini aja mi, kita pura pura baik mi sama dia,kita ajak dia jalan jalan ke hutan
, terus kita tinggal deh di hutan ,biar di makan hewan buas ! gimana?”
Ibu tiri :” hahaha...idemu bagus juga nak...kau memeang cerdas !”
Rista :”tumben
encer otakmu ?”
Ninda :”iya
lah...!”
Lalu
jessie sampai di rumah ...
Ibu tiri :” jessie , gimana, baju mami ketemu nggak?”
Jessie :”
eh...en...ti...tidk mi...”(tersengal sengal)
Ibu tiri :”Ohh...Ya sudah tidak apa apa,lagian mami juga masih ada
baju yang lain .”( tersenyum ramah dengan jessie)
Jessie :(membalasnya
senyum ibuya dengan bingung )
Ibu tiri :”sekarang mendingan kamu siapkan bekal karena ibu
,rista,dan ninda akan mengajak kamu jalan jalan ke hutan, sambil cari kayu
bakar tak apa lah
Jassie :”haah
?!! ibu ?? mengajakku jalan-jalan ? ibu
mau cari kayu bakar ?rista dan ninda pula ?”
Ibu tiri :”iyaa... tak usah terkejut jassie, ibu tak ingin lagi
jahat padamu begitupun rista danninda,
makanya ibu, rista dan ninda ingin mengajakmu jalan-jalan sambil mencari kayu
bakar.”
Jassie :”eehh..
baiklah bu..”
Rencanapun
dimulai, dan ketika mereka sampai di hutan..
Rista :”rasanya
kalau kita cari kayu bakar bersama-sama tidak efektif, lebih baik kita
pencar. Kau ke utara, aku, ibu dan ninda
ke timur ? nanti kita ketemu lagi disini.”
Jassie :”aku
sendiri ?? jika aku dimakan binatang buas bagaimana ?”
Rista :”kau
kan gadis pemberani, pastilah berani
jalan sendiri.”
Ninda :”lagian
gak bakal ada hewan buas yang mau makan kamu.”
Jassie :”baiklah...”
Ketika
hari sudah sore dan matahari sudah kembali ke peraduannya,jassie kembali ke tempat pertemuan tadi sebelum mereka berpencar dan
ternyata ibu dan saudara tirinya sudah pulang.
Jassie :"lho...?!
mereka dimana ? apa iya mereka masih mencari kayu bakar ? ahh... rasanya tak
mungkin, hari sudah menjelang malam. Ataumereka tersesat ? aku harus mencari
mereka.
Ibuu...rista...ninda...dimana
kalian ?? ibuu...(sambil berjalan ke dalam hutan dan tak terasa ia sudah jauh
berjalan ke dalam hutan dan tersesat)
Jassie :”eehh...sudah
sampai mana aku berjalan ? jauh sekali... dimana aku ini ?”
Kurcaci 1 :”haiy
nona cantik...?”
Jassie :”eeh..haiy..
(kaget) siapa kamu ??”
Kurcaci 1 :”aku
kurcaci yang tinggal di hutan ini.”
Jassie :”kau
tinggal sendiri ?”
Kurcaci 1 :”tidak.. aku tinggal bersama 6 temanku, mereka ada di rumah.”
Jassie :”ohh..emb,
bolehkah aku tinggal di rumah kalian untuk beberapa hari ?”
Kurcaci 1 :”oww...
tentu saja, dengan senang hati nona cantik. Silahkan..”
Mereka
berjalan menuju rumah kurcaci itu.
Kurcaci 2 :”hheeiiyyy....ada
putri cantik !!”
Kurcaci 3 :”wwwaaauuuwww.....cantiknya...”
Kurcaci 1 :”haiyy
teman-teman....”
Kurcaci 2 :”siapakah
dia ? mengapa dia bisa sampai disini ?”
Jassie :”namaku
jassie, aku tersesat di hutan ini karena aku ditinggal ibu dan saudara tiriku.”
Kurcaci 1 :”dan
aku bertemu dengannya lalu kubawa kemari.”
Diapun
tinggal bersama dngan kurcaci itu hingga sutu hari ibu dan saudara tirinya tahu
bahwa jassie masih hidup. Mereka membayar nenek sihir untuk membunuh jassie dan
pada saat itu jassie sedang memetik bunga.
Jassie :(bersenandung
lirih)
Nenek sihir :”haalooo nona cantik..?”
Jassie :”haa..haloo...(kaget)
siapa kamu ?”
Nenek sihir :”aku teman kurcaci-kurcaci kecilmu itu.”
Jassie :”oohh...(sambil
tersenyum)
Nenek sihir :”mari ke pondokku, aku punya makanan untukmu dan untuk
teman-temanmu.”
Jassie :”ooww..
tentu nek, ayoo..”
Mereka
pergi ke pondok nenek sihir itu, disana jassie disuguhi apel merah yang begitu
segar tetapi sudah disihir dan dijampi-jampi.
Nenek sihir :”silahkan dimakan nona cantik, apel ini baru saja dipetik dri
pohonnya tadi pagi.”
Jassie
mengambilnya dengan ragu lalu memakannya.
Nenek sihir :”enak bukan ??” (sambil tersenyum licik)
Jassie :”segarr
sekali...”
Nenek sihir :”kalau begitu aku titip apel ini untuk teman-teman kecilmu itu
yaa, dan sekarang pulanglah, nanti mereka khawatir padamu”
Jassie :”iyaa
nek, aku pulang dulu, terimakasih apelmu ini.”
Nenek sihir :”tentu nona cantik..”(sambil tersenyum licik)
Setelah
apel yang dimakannya hampir habis jassie merasa pusing lalu pingsan di tengah
jalan dan selang beberapa waktu, kurcaci-kurcaci itu menemukan jassie.
Kurcaci 1 :”heeyyy...
itu jassie, mengapa dia tidur di situ ??”
Kurcaci 3 :”sepertinya
dia tidak tidur, tapi mungkin dia mati.”
Kurcaci 2 :”lhaatt
!! sepertinya dia baru saja makan apel itu ? (menunjuk keapel yang dimakan
jassie)
Kuecaci 1 :”kurasa
juga begitu. Dia mungkin keracunan setelah makan apel itu.”
Kurcaci 3 :”lebih
baik kita bawa saja ke rumah.”
Kurcaci 2 :”betuull
!!”
Kurcaci 1 :”baiklah,
ayo kita bawa ke rumah.”
Sampai
di rumah kurcaci lain menangis ketika dibritahu bahwa jassie meninggal,walaupun
sebenarnya dia hanya mati suri dan sihir itu akan hilang jika orang yang dia
cintai dan yang mencintainya mencium keningnya.
Kurcaci
itu membuat peti dan memetik aneka bunga, menempatkan jassie dalam peti itu dan
memberinya aneka bunga. mereka menangis di samping peti hingga selang beberapa
waktu ada seseorang datang.
Pangeran :”haiyy..mengapa kalian menangis ?”
Kurcaci 3 :”nona
cantik meninggal” (menangis)
Pangeran :”nona
cantik siapa ??”
Kurcaci 3 :”namanya
jassie..”
Pangeran :”jassiie...?!!”
Kurcaci 3 :”yaa..
jassie.”
Pangeran
melihat ke dalam peti, menangis, lalu mencium kening jassie, tak lama jassie
sadar dan bangun. Pangeran dan kurcaci itu kaget tapi juga senang.
Kurcaci 2 :”yyyeeee...jassie
masih hidup !!!”
Pangeran :”jassie.. kau masih hidup ?” (sambil membantunya bangun)
Jassie :”tentu
!! tapi mengapa pangeran ada disini ?”
Pangeran :”aku tadi sedang berburu dan mencarimu pula, lalu aku dengar
ada orang menangis, lalu aku dekati danternyata dirimu yang mereka tangisi.
Tapi aku menemukanmu disini.
Jassie :”ooohhh....”
Pangeran :”jassie, maukah kau menikah denganku dan tinggal bersamaku di
istana ?”
Jassie :”akuu
?!! kurasa aku tak pantas menjadi permaisurimu..”
Pangeran :”tidaak !! kau pantas menjadi permaisuriku, hatiku telah yakin
memilihmu jassie..
Will you merry me ??”
Jassie :”emmbb.....
tentu pangeran..” (sambil tersenyum malu)
Kurcaci :”yyeeeeeee.........” (bersorak gembira)
Mereka
berdua kembali ke istana bersama kurcaci-kurcaci itu, mereka menikah dan hidup
bahagia selamanya...
=THE END=
Komentar
Posting Komentar