"24 Agustus 2013"
Entah apa yang aku rasakan saat ini, hidupku seolah hampa.
Tanpa ada seseorang yang bisa memberiku semangat,
seseorang yang akan menemaniku saat aku kesepian,
dan seseorang yau mau menjadi sandaran saat aku lemah tak berdaya.
Tanpa ada seseorang yang bisa memberiku semangat,
seseorang yang akan menemaniku saat aku kesepian,
dan seseorang yau mau menjadi sandaran saat aku lemah tak berdaya.
Aku berada di sebuah lorong yang gelap,
yang orang bilang itu adalah sebuah lorong kehidupan.
Dimana aku harus menemukan sebuah cahaya terang,
cahaya hidup yang bisa menyinari lorong itu.
yang orang bilang itu adalah sebuah lorong kehidupan.
Dimana aku harus menemukan sebuah cahaya terang,
cahaya hidup yang bisa menyinari lorong itu.
Kemana lagi aku mencari,
seberkas cahaya yang tak tampak.
Kemana lagi aku harus mencari,
disaat aku menemui sebuah jalan buntu kehiupan.
seberkas cahaya yang tak tampak.
Kemana lagi aku harus mencari,
disaat aku menemui sebuah jalan buntu kehiupan.
Kemudian aku duduk merenung,
merengungi semua kesalahanku yang telah aku perbuat.
Tanpa sadar tetes demi tetes air itu jatuh,
dan mataku tidak dapat membendugnya.
merengungi semua kesalahanku yang telah aku perbuat.
Tanpa sadar tetes demi tetes air itu jatuh,
dan mataku tidak dapat membendugnya.
Tak kusadari tetesan air itu mengeluarkan cahaya,
sehingga lorong itu sedikit tersinar oleh itu.
Seolah-olah airmata yang membuat itu bersinar,
penyesalan yang membuat itu menjadi nyata.
sehingga lorong itu sedikit tersinar oleh itu.
Seolah-olah airmata yang membuat itu bersinar,
penyesalan yang membuat itu menjadi nyata.
Komentar
Posting Komentar