Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Puisi "Untukmu"

UNTUKMU Taukah kau aku sangat menyayangimu aku suka dada yang bidang itu aku suka senyuman itu namun sayang, kau tak tahu itu. . . Kau tak tahu betapa bahagianya aku memiliki dirimu namun kau malah pergi tinggalkan aku...

Tentang Keluarga

Andaikan hidup ku bernasib seperti di novel juga di cerita dongeng yang berakhir happy ending dan menemukan kebahagiaan yang tak terduga. pasti rasanya senang sekali bisa menorehkan kisah-kisah yang sangat luar biasa, penuh dengan keajaiban-keajaiban.... tapi sayangnya tidak dengan ku, aku terlahir dari keluarga yang tidak cukup bahagia. oke mungkin kalau di lihat dari luar keluarga ini baik-baik saja ada bapak ada ibu dan ada seorang kakak laki-laki, tapi kalau di teliti lebih dalam lagi keluarga ku sekarang ini mungkin tidak cukup bahagia. atau bahkan jauh dari kata bahagia. entah mengapa dan darimana pertama itu muncul, mungkin kalau dulu aku belum mengerti apa yang terjadi. tapi, sekarang aku sudah besar dan aku cukup tau tentang seluk-beluk keluarga ini. tapi aku mencoba tetap bahagia, tetap senang dan tetap mencintai keluarga ku ini. dari bapak, ibuk, kakak dan aku sendiri. tanpa mereka toh aku juga tak bisa apa-apa. mereka semua selama ini juga mendukung aku dan aku haraap ...

"24 Agustus 2013"

Entah apa yang aku rasakan saat ini, hidupku seolah hampa.   Tanpa ada seseorang yang bisa memberiku semangat, seseorang yang akan menemaniku saat aku kesepian, dan seseorang yau mau menjadi sandaran saat aku lemah tak berdaya. Aku berada di sebuah lorong yang gelap,   yang orang bilang itu adalah sebuah lorong kehidupan.

Cerpen "Hikmah Kehidupan"

Hikmah Kehidupan Dunia selalu terbuka untuk semua hamba Tuhan. Untuk berbuat 2 hal, yaitu “kebaikan” dan “kejahatan”. Kejahatan yang di lakukan tidak akan memiliki hasil yang sangat besar, sedangkan kebaikan dan kebajikan akan memiliki hasil yang sangat besar dari Tuhan. Akhir puasa ini, aku menengok saudara ku yang jauh ada di kota Jogjakarta. Suasana terasa sangat sepi, hingga suatu saat perut ku terasa lapar dan tidak segan-segan mulai bernyanyi. Aku mulai mencari tempat makan, karena ini hari menjelang Hari Raya tak banyak tempat makan yang buka di sepanjang jalan yang aku lihat. Aku mengendarai mobil ini sudah hampir setengah jam, sampai aku menemukan warung kecil yang berjualan bakso. Disana aku menghentikan langkah ku dan aku mulai masuk ke dalam warung kecil itu dan aku memesan satu mangkuk bakso beserta es teh. Di satu sisi aku melihat sepasang kekasih yang sudah tua bersama tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil. Mereka sangat menikmati hidangan yang tersedia, ...