Cerita sebuah Telur dan Sang Ratu

Pada jaman dahulu, di sebuah kerajaan yang sangat besar, hiduplah seorang Ratu yang sudah tua yang sangat bijaksana. Dia hidup sendirian karena Sang Raja sudah meninggal dan Ratu itu tidak memiliki keturunan. Suatu hari Sang Ratu berfikir untuk memilih salah satu dari rakyatnya untuk mnggantikan Sang Ratu.
 suatu pagi, Sang Ratu mengumpulkan seluruh anak muda dan anak-anak yang akan mengikuti sayembara yang di adakan oleh sang ratu. Kemudian,Sang Ratu memberikan masing-masing dari semuanya sebuah telur ayam. Sang Ratu meminta untuk mengerami telur tersebut dan setelah telur-telur itu menetas semuanya akan di kumpulkan di halaman istana.
Hari terus berganti dan sekarang saatnya mereka berkumpul ke istana dengan membawa anak-anak ayan yang beraneka warna. Sang Ratu merasa tidak senang melihat semua anak-anak membawa anak ayam. Kemudian sang Ratu melihat dua orang anak laki-laki dan perempuan sedang menangis. Kemudian sang ratu mendekatinya dan berkata.
“nak, mengapa kamu menangis?” kata Sang Ratu
“maav Ratu, saya tidak berhasil mengerami telur dengan baik, sehingga teurnya tidak mau menetas.” Jawab anak laki-laki itu
“iya ratu, punya saya juga tidak mau menentas tidak seperti anakanak lain yang berhasil menetas.” Kata anak perempuan itu sambil memegangi telurnya.
            Sang Ratu tersenyum dan mengajak mereka masuk ke dalam istana yang sangat Besar. Mereka berdua pun kaget dan mengikuti apa kata Ratu tersebut.
“anak-anak, coba kalian buka telur kalian masing-masing!”
“Tapi ratu...??” tanya anak perempuan itu.
“sudahlan, buka saja dan lihat apa isinya.”
Kemudian mereka berdua membuka telur yang di berikan ratu kepada mereka. Mereka pun kaget dengan apa yang dilihatnya, ternyata telur yang mereka miliki sudah di rebus dan mereka terlihat sangat sedih.
“Ratu, mengapa telur kami berdua sudah di rebus?”
“itulah tandanya kalian berdua jujur. Sebenarnya semua telur yang Ratu berikan semuanya sudah direbus dan mereka sudah berbohong sedangkan kalian berdua mau jujur pada Ratu.
mereka berdua pun tersenyum dan tidak menangis lagi. Akhirnya mereka berdua di nobatkan sebagai calon Ratu dan Raja bagi kerajaan tersebut

Komentar