Kasih Yang Sempurna
Cerita ini terinspirasi oleh perjuangan Xiwang,
balita 2 Tahun yeng rela mendonorkan dua ginjal dan satu hatinya untuk 2 balita
lain yang sedang membutuhkan. Xiwang yang berarti Harapan dan dia telah memberi
harapan hidup untuk balita lain agar tidak sama nasibnya seperti dirinya.....
Renming Yang Berarti Janji...
Pagi hari tepat bersinarnya sang mentari yang tak
pernah terlambat menyinari bumi, tepat seperti Tuhan yang akan menepati janji-Nya.
Pagi ini hari persiapan ku untuk menjalani operasi untuk anak pertamaku lahir,
aku sudah di vonis untuk tidak melahirkan normal karena kelainan pada tulang
belakangku. Sedih rasanya, karena aku tidak bisa merasakan sepenuhnya bagaimana
indahnya melahirkan anak pertama.
Tepat pukul 10.00 aku merasakan
kontraksi yang sangat kuat, rasa sakit yang membuat ku menangis, tapi aku tahu
aku pasti kuat. Aku terus memegangi tangan suamiku dan kemudian tindakan
operasi pun dilakuan. Tak lama setelah itu aku tidak mendengar adanya tangisan
bayi aku melihat suamiku mengerutkan dahi dan kemudian aku mendengarnya.
Ternyata pada saat dia baru di lahirkan dia tidak menangis, kemudian dokter
membuatnya menangis. Anakku perempuan dan aku akan memberi dia nama Renming, yang
berarti Janji.
Aku akan berjanji merawat anakku sebaik mungkin dan membesarkannya sehingga
kamu menjadi anak yang sukses.
Kini anakku sudah berumur 1 tahun,
malam itu dia panas tinggi dan aku membawanya ke Rumah Sakit dan ternyata
dokter memvonis dia mengidap Lumpuh otak yang di sebabkan oleh kurangnya asupan
oksigen di dalam otak. Hatiku sangat terpukul mendengar berita itu dan aku
langsung menangis sambil memeluk erat suamiku. Hari berganti hari dan waktu
terus berlalu, sampai Renming berumur 2 tahun. Pagi itu tepatnya hari ulang
tahunnya, aku merasa ada yang aneh perkembangan motoriknya sangat lambat
padahal seharusnya dia sudah cukup bisa untuk berjalan. Hari berikutnya aku
membawanya ke dokter dan dokter memintanya untuk di opname, apa daya aku hanya
bisa berdoa dan melaukan yang terbaik untuknya. Hari terus berganti hingga dia
mengalami kondisi yang sangat kritis. Dokter terus melakukan tindakan agar
kondisinya stabil, tapi Tuhan berkehendak lain.
Sebelum itu, Rumah Sakit tersebut
mendapat kabar bahwa ada rumah sakit lain di luar sana yang membutuhkan
beberapa organ untuk menyelamatkan 2 balita yang sedang kritis. Aku ingat waktu
itu Renming meminta ku untuk membantu mereka, dengan nada yang terbata-bata aku
ingat dan melihat bahwa dia ingin membantu balita tersebut. Aku merasakan
betapa perihnya elihat dia kritis di atas tempat tidur tapi masih memperdulikan
orang lain.
Hari itu hari yang sangat tidak ingin
aku impikan, saat Renming menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya. Aku
dab suamiku tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena kondisi renming yang tidak
memungkinkan. Janjiku yang dulu pasa Renming harus sirna dalam kejapan mata.
Kemudian dokter menghampiriku dan meminta persetujuan tentang pendonoran organ
tersebut, karena darah renming cocok dengan pasien yang membutuhkannya. Lalu,
aku teringat tatapan mata Renming padaku. Akupun menyetujuinya karena aku
percaya itulah yang dia inginkan saat dia berbicara kepadaku.
“anakku telah pergi, dia memberikan oragannya kepada orang lain dan saya harap mereka tidak mengalami seperti halnya yang saya alami.”
“anakku telah pergi, dia memberikan oragannya kepada orang lain dan saya harap mereka tidak mengalami seperti halnya yang saya alami.”
Komentar
Posting Komentar